Inspirasi

14 Jenis Usaha Ini Diramalkan Naik Daun di tahun 2021

07 Dec 2020, Ditulis oleh Bentangku

14 Jenis Usaha Ini Diramalkan Naik Daun di tahun 2021

Terjadi perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan pergeseran di hampir setiap lini kehidupan, salah satunya di dunia usaha.

Yang paling terasa, semenjak gelombang pandemi karena virus Corona melanda dunia, pergerakan orang kian dibatasi. Rumah menjadi sentral seluruh aktivitas masyarakat.

Bagaimana tidak? Sebagian besar kegiatan kantor dan sekolah, saat ini, masih dilakukan dari rumah. Pemerintah pun masih terus mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah untuk memperkecil risiko penularan Covid-19.

Hingga memasuki kebiasaan dan kenormalan baru pun, aktivitas warga di luar rumah masih tetap dibatasi.  Waktu bekerja dari kantor belum full lagi seperti sebelum pandemi. Begitu pula jumlah pekerja yang diizinkan masuk ke kantor.

‚ÄčKata Data menyebut, pola hidup dan kerja bakal mengalami gangguan alias disrupsi dalam beberapa tahun ke depan.

Masih dilansir dari Kata Data, Board of Innovation -- firma di bidang desain bisnis dan strategi global yang memegang klien-kilen multinasional – memprediksi disrupsi ini akan menghasilkan kebiasaan-kebiasaan baru yang tetap bertahan setelah pandemi berlalu. Ini menjadi peluang atau tantangan bagi usahawan.

Board of Innovation (BoI) memprediksi ada 10 pergeseran yang terjadi karena perubahan perilaku manusia seiring pandemi Covid-19. Pergeseran ini bisa memunculkan peluang-peluang usaha yang baru.

1. Kecemasan dan depresi yang lebih besar setelah pandemi berlalu.

Banyak orang dipediksi merasa lebih terisolasi, kehilangan pekerjaan, menghadapi masalah kesehatan dan hubungan.

2. Hilangnya kepercayaan terhadap kebersihan orang dan produk.

Dengan penyebaran virus Corona, masyarakat lebih berhati-hati terhadap orang dan produk yang dihadapinya.

3. Pembatasan perjalanan, bahkan dalam negeri.

Orang akan merasa melakukan perjalanan berisiko karena ada kemungkinan sulit untuk pulang atau ketidakpastian soal keamanan tempat/negara lain.

4. Optimalisasi kerja dari rumah.

Perusahaan dengan dana yang ketat diprediksi mengurangi ruang kantor dan infrastruktur.

5. Meningkatnya tensi dan konflik di berbagai level.

Banyak orang dan organisasi akan memasang posisi bertahan hidup. Pada kondisi ini, orang kemungkinan melakukan pelanggaran kontrak atau regulasi.

6. Peningkatan pengangguran.

Pandemi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Sejumlah perusahaan tak mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Banyak orang diprediksi terpaksa memikirkan ulang karier mereka.

7. Terbiasa membawa pulang dan mengirim berbagai barang.

Pembatasan aktivitas di luar rumah membuat banyak bisnis retail dan agen produk diprediksi mengubah layanannya menjadi berbasis pengiriman. Meskipun, retail reguler tetap ada.

8. Terbatasnya kontak dengan orang tua.

Interaksi dengan orang berusia di atas 65 tahun menjadi terbatas. Alhasil, orang-orang kemungkinan akan memikirkan ulang model-model pertemuan sosialnya.

9. Identitas diri lebih mencuat dibanding identitas pekerjaan.

Dalam kondisi normal, busana adalah elemen yang membentuk dan mengomunikasikan identitas yang diinginkan. Ketika interaksi fisik berkurang, tampilan saat interaksi video akan menggantikan sebagian fungsi itu.

10. Nilai lebih terhadap imunitas konsumen.

Tempat-tempat makan dengan sekat individual dan tanpa interaksi dengan manusia -- misalnya robot pelayan -- diprediksi meningkat.

Berdasarkan perubahan perilaku masyarakat tersebut, 14 ide usaha ini diramalkan bakal diminati pada 2021.

Berikut 14 jenis usaha yang diprediksi bakal menghasilkan cuan yang bisa jadi inspirasimu.

1. Coaching/Pelatihan

Seperti disebutkan di atas, banyak orang dipediksi merasa lebih terisolasi, kehilangan pekerjaan, menghadapi masalah kesehatan dan hubungan. Oleh karena itu, di tengah kondisi ini, kebutuhan atas coaching atau pelatihan diprediksi membesar.

Sebut saja pelatihan finansial. Liputan6.com menyebut, pelatihan finansial sebenarnya sudah tidak asing lagi sekarang ini. Sudah banyak akun media sosial atau media yang menyediakan konten edukasi finansial yang mudah dicerna, dari cara mengatur keuangan sampai tips investasi.

Tapi dengan perubahan perilaku orang yang akan semakin hati-hati dalam mengatur keuangan, bisnis coaching seputar finansial akan semakin diminati. Kalau kamu punya latar belakang keilmuan yang sesuai, kenapa tidak mencobanya?

Kamu juga bisa membuat pelatihan untuk menjadi wirausahawan lho.

Meningkatnya angka pengangguran karena Covid-19, menginspirasi orang untuk mencoba karier baru. Kamu dapat membagi pengalamanmu dalam membangun usaha di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi, saat ini, kamu tak perlu menyewa gedung untuk tempat pelatihannya. Cukup dengan menggunakan platform media sosial.

2. Layanan Terkait Kesehatan dan Kebersihan

Pandemi Covid-19 menyebabkan masyarakat sebisa mungkin menghindari rumah sakit atau klinik. Masyarakat mulai bergeser menggunakan layanan kesehatan online.

Nah, kamu bisa membuat aplikasi terkait kesehatan untuk memudahkan mereka berobat tanpa harus keluar rumah.

Selain itu, jasa layanan kebersihan bakal dibutuhkan masyarakat. Usaha seperti ini diperkirakan semakin banyak dicari. Penyebaran virus Corona menyebabkan masyarakat lebih berhati-hati terhadap orang, tempat dan produk yang dihadapinya.

Namun, jika membuka usaha ini, kamu juga harus mampu memberi jaminan tentang kebersihan dan kesehatan dari jasamu.

3. Makanan atau Minuman Herbal

Pandemi membuat masyarakat semakin peduli dengan kesehatan. Mereka akan berusaha meningkatkan imunitas tubuh agar tak gampang terserang virus.

Oleh karena itu, usaha minuman dan makanan herbal menjadi salah satu usaha yang akan berkembang dan diminati.

4. Aplikasi Hiburan

Pembatasan aktivitas di luar rumah menyebabkan sebagian orang bosan dan mencari hiburan secara online.

Salah satu yang bakal diminati hingga 2021 adalah gim online. Tak ada salahnya jika kamu mencoba membangun aplikasi gim semacam ini.

5. Keperluan Renovasi Rumah

Liputan6.com menyebut, selama pandemi Covid-19 ini, pencari cara reparasi dan renovasi di dunia maya meningkat 140 persen.

Banyaknya waktu di rumah, tanpa sadar mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada keindahan dan kebersihan rumah. Bukan cuma terkait fisik rumahnya, tapi juga perabotan.

Keinginan untuk bisa mereparasi perabotan rumah sendiri tanpa bantuan tukang pun muncul di situasi seperti itu.

Kamu bisa nih memulai usaha yang menyediakan keperluan untuk renovasi rumah.

6. Produk Kecantikan

Boro-boro ke salon, masyarakat sebisa mungkin menghindari tempat ramai seperti rumah sakit.

Hal ini menyebabkan sebagian orang melakukan perawatan kecantikan dari rumah. Misalkan ketika mengecat rambut.

Fakta ini bisa menjadi inspirasimu untuk menjual produk salon yang mudah dipakai. Kamu bisa cek di internet apa saja sih produk kecantikan yang sedang hits.

7. Pariwisata Lokal

Usaha travel terhantam cukup parah selama pandemi Corona. Namun, di era New Normal, sedikit demi sedikit bidang usaha ini mulai bangkit, terutama pariwisata lokal.

Sebut saja Puncak, Kabupaten Bogor. Corona masuk Indonesia pada Maret 2020. Namun, pada Juni 2020, masyarakat sudah mulai berada di titik jenuhnya.

Sempat viral, Sabtu 27 Juni 2020, kawasan wisata di area kebun teh Puncak, Cisarua, ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Kondisi ini bisa kamu manfaatkan untuk menawarkan tiket atau paket liburan dalam negeri, tentunya tetap dengan memastikan penerapan protokol kesehatan.

Coba cek juga tempat-tempat wisata yang tak banyak diketahui orang agar pelangganmu dapat menjaga jarak aman selama berwisata.

8. Hobi

Kebosanan berasa di rumah selama berbulan-bulan menyebabkan orang mencari kegiatan yang menyenangkan. Salah satunya dengan menyalurkan hobi mereka.

Contoh sektor usaha yang banyak bermunculan beberapa tahun terakhir terkait hobi adalah bisnis tanaman hias. Sektor usaha ini semakin booming di saat pandemi.

9. APD

APD seperti face shield dan hazmat kini bisa dibuat oleh siapa saja. Nah, produk ini masih akan diminati dan menghasilkan cuan pada 2021. Tak hanya itu, kamu bisa menjual hand sanitizerdan alat pelindung diri lainnya, masker misalnya.

Sejak wabah Covid-19, masker wajib dipakai terutama jika keluar rumah. Oleh karena itu, permintaan akan masker diprediksi tidak akan turun pada tahun depan.

Kamu juga bisa berkreasi untuk menciptakan alat pelindung diri yang praktis dan terjangkau. Contoh, topi bertirai plastic.

10. Reseller atau Dropshipper

Pandemi rupanya tidak membuat minat belanja masyarakat turun drastis. Hanya saja perilaku mereka berubah. Selama pandemi, mereka lebih memilih belanja secara online.

Nah, karena market place terus diburu, kamu bisa mencoba peluang dengan menjadi reseller atau dropshipper.

11. Jasa Titip

Lagi-lagi karena pembatasan aktivitas di luar rumah, orang-orang enggan pergi ke pusat keramaian seperti mal. Padahal, pada momen tertentu, tenan mal memberikan diskon besar-besaran.

Sebagian orang bakal membutuhkan jasa titip yang gesit mendapatkan barang diskonan.

12. Jasa Digital Marketing

Usaha ini tumbuh subur seiring dengan perkembangan teknologi digital. Kini, banyak orang yang beralih ke pemasaran digital. Namun, tidak semua orang mengerti dan paham.

Kalau kamu punya kemampuan di bidang ini, coba deh mulai pasarkan jasamu.

13. Kencan Online

Kata Data menyebut, pembatasan sosial membuat peluang aplikasi kencan online bakal diminati.

14. Ekspedisi

Meningkatnya minat belanja online membuat usaha ini bakal dibutuhkan, meski setelah pandemi berakhir.

Nah, yang mana kira-kira yang paling cocok buatmu? Memilih usaha memang seperti memilih jodoh ya, kamu harus bisa menyesuaikannya dengan karakter diri kamu, dan satu lagi, kamu juga harus bisa mencintai bidang itu, dengan begitu kamu akan bisa menghadapi tantangan dan rintangan yang ada di depan nanti.

Tapi jangan lupa, apa pun pilihan usahamu di tahun 2021 nanti, jangan lupa untuk mencatat transaksi dan keuangannnya dengan rapi ya. Kamu tidak harus jadi ahli keuangan atau akunting, cukup download aplikasi Qasir GRATIS, kamu pun sudah bisa menggunakan fitur-fitur Qasir Free yaitu:
* Transaksi atau sistem POS 

* Fitur Kelola Produk tanpa batasan jumlah

* Fitur Kelola Outlet dan Pegawai tanpa batasan jumlah

* Fitur Laporan sederhana 1 bulan ke belakang

* Fitur Pembayaran Digital dengan QRIS yang bisa terima semua mobile digital payment

Jika usahamu sudah berkembang dan kamu ingin keleluasaan lebih dalam akses fitur-fitur dan laporan tanpa batasan, kamu bisa upgdare ke Qasir versi Pro langsung dari aplikasi Qasir kamu dengan hanya membayar biaya langganan sebesar Rp360 ribu saja per tahun. 

Selain fitur di atas, kamu juga bisa mendapatkan banyak akses untuk fitur lainya terutama yag berhubungan dengan kustomisasi. Baca selengkapnya tentang Qasir Pro di sini.

Jangan sia-siakan kemudahan yang ditawarkan Qasir, aplikasi paling dicari usahawan Indonesia.

Baca juga:

Share artikel ini