Inspirasi

Berniat Buka Usaha Warung Mi Instan? Cek Dulu Modal hingga Hambatannya Yuk!

23 Mar 2021, Ditulis oleh Bentangku

Berniat Buka Usaha Warung Mi Instan? Cek Dulu Modal hingga Hambatannya Yuk!

Tahukah kamu, Indonesia merupakan negara pengonsumsi mi instan nomor dua terbesar di dunia? Asosiasi mi instan dunia World Instant Noodles Association (WINA) mengungkap, sepanjang 2019, masyarakat Indonesia mengonsumsi 12,5 miliar porsi atau 34,2 juta porsi per hari.

Lokadata melansir, urutan pertama di duduki oleh China dengan tingkat konsumsi 41,5 miliar bungkus selama 2019.

Jika merujuk pada statistik ini, mi instan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Tak heran warung mi instan menjamur di Tanah Air.

Terlebih, relatif tidak butuh modal banyak untuk membuka usaha tersebut, namun keuntungan yang didapat bakal berkali lipat.

Saking menjanjikannya, pengusaha bermodal besar pun melirik usaha ini. Beberapa warung mi instan, saat ini, disajikan dalam tampilan mewah. Sejumlah pengusaha memberikan nilai tambah pada mi instan dengan toping makanan bervariasi dan juga tempat yang nyaman untuk nongkrong.

Sebut saja Upnormal. Konsep tempat makan ini adalah warung mi instan, tapi dikemas dengan gaya kekinian.

Menu utama yang ditawarkan tetap mi instan, tapi diberi sentuhan tambahan kekinian. Misal dengan tambahan toping keju mozzarella.

Warung ini juga menjual makanan ringan lain seperti halnya warung mi konvensional. Misal pisang atau roti bakar. Juga minuman hangat dan dingin yang memang biasa tersedia di warung mi.

Makanan yang disajikan juga diberi nama gaul, misalnya Mi Mercon untuk menyajikan mi pedas dengan tambahan cabai, atau Mi Becek untuk mi setengah rebusnya yang dtambah dengan telur dan sayuran.

Meski banyak pesaing dengan menu yang sama, warung mi instan tetap tumbuh subur tanpa kehilangan pelanggannya masing-masing.

Peluang Bisnis, seperti dilansir Kumparan, menyebut ada 3 alasan warung mi instan akan tetap eksis:

1. Orang lebih suka dimasakin mi instan daripada masak sendiri.

Praktis dan cepat menjadi salah satu alasannya. Ada yang bilang juga, kalau mi instan di warung lebih enak daripada bikin sendiri.

2. Sekalian jual produk lain.

Warung mi instan tak hanya menjual mi instan. Mereka juga menyajikan makanan lain seperti gorengan, kopi, berbagai minuman dingin sampai rokok. Seperti one stop shopping dari sisi pembeli. Sementara, bagi pengusaha, ini bakal menjadi pemasukan tambahan.

3. Mi instan disukai semua kalangan.

Seperti data WINA, Indonesia merupakan negara kedua paling banyak mengonsumsi mi instan.

Nah, mari kita kupas satu per satu soal bisnis ini.

Apa Saja yang Dibutuhkan?

Lokasi

Menentukan lokasi adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Pemilihan lokasi sangat penting untuk menentukan kesuksesan sebuah usaha tak terkecuali bisnis warung mi instan.

Sasar lah lokasi di pemukiman, dekat kampus, tempat kerja atau area indekos.

Kamu juga harus menentukan akan membukanya di rumah atau warung sewaan. Sebab, ini tentu semakin mempengaruhi besar kecilnya modal.

Peralatan

Membuka warung, tentu harus menyiapkan peralatannya. Sediakan kursi dan meja yang memadahi.

Lalu, peralatan dapur, mulai dari tatakan gelas, gelas, mangkuk, piring, sendok, teko, panci, penggorengan hingga kompor.

Siapkan juga pemanggang roti, tempat gorengan atau makanan pelengkap lainnya, serbet, dan plastik pembungkus.

Jangan lupa sediakan tusuk gigi, tisu dan hand sanitizer atau tempat mencuci tangan.

Modal

Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha jual warung mi instan bervariasi.

1. Biaya sewa warung, tergantung lokasi yang kamu tuju dan ada di daerah mana. Sebut saja di daerah Kalibata, Jakarta Selatan. Penelusuran Qasir di lapak online, pada 2020 lalu, warung mi instan/kopi di daerah itu ditawarkan dengan harga sewa Rp 1.800.000 per bulan.

2. Barang tetap

- Piring beling dijual mulai Rp 80.000 per lusin

- Mangkok ayam jago Rp 92.000 per lusin

- Meja kayu 2 @Rp 300.000

- Kursi plastik 10 @Rp25.000

- Sendok Rp 30.000 per lusin

- Garpu Rp 30.000 per lusin

- Serbet 6 buah harga Rp15.000 per 3 buah

- Gelas teh 2 lusin, Rp 25.000 per 6 buah

- Tatakan gelas 2 lusin Rp 2.500 per buah

- Teko 6 liter 1 buah Rp100.000

- Penggorengan cekung ukuran 18 Rp 40.000

- Kompor 2 tungku Rp 300.000

- Alat bakar jaring Rp 135.000

Total Rp  1.807.000

Ini sesuai dengan harga yang Qasir telusuri melalui sejumlah e-commerce pada Selasa (23/3/2021).

3. Biaya Lain

- Listrik, sebut saja per bulan butuh Rp300.000

- Biaya keamanan dan cadangan Rp500.000 per bulan

Total Rp 800.000

4. Kebutuhan Pokok

- Minyak goreng 10 liter per bulan @Rp14.500

- Mi instan 5 dus (mix) @99.000

- Telur 5 kg @Rp23.000

- Telur ayam kampung 30 butir @Rp2.500

- Kornet daging sapi 10 kaleng @Rp28.000 (340 gram)

- Kopi instan 6 renteng mix, Rp10.000-Rp20.000 per renteng

- Susu kental manis sachet 2 renteng @Rp7.500 (6 buah)

- Susu kental manis kaleng 5 @10.000

Total Rp 1.295.000

Harga tersebut sesai Qasir telusuri melalui sejumlah e-commerce pada Selasa (23/3/2021). Ini belum termasuk bahan baku harian, seperti sayur BossQ.

Jika dijumlah, total modal yang harus kamu siapkan minimal Rp5.702.000. Jumlah tersebut belum termasuk gas, etalase atau gerobak. Namun bisa berkurang jika kamu membuka warung di rumah dan memilih membeli perlengkapan seperti meja kursi bekas.

Promosi

Promosi warung mi instan tak terlalu repot sebenarnya. Kamu hanya perlu menyiapkan poster atau spanduk besar yang ditempel di depan warung.

Usahakan pilih cat dinding yang cerah ya untuk menarik perhatian. Bisa juga menggandeng produk mi instan atau kopi sebagai sponsor spandukmu.  

Lalu bagaimana dengan perkiraan keuntungannya?

Sebut saja kamu menjual mi instan dengan telur seharga Rp12.000 per porsi. Jika dalam sehari, bisa laku 20 porsi, kamu akan menerima omset Rp 240.000. Jika dikalikan 30 hari, kamu bisa meraih pemasukan Rp7.200.000.

Ini belum dari penjualan menu lain lho.

Hambatan

Tak hanya harus bersiapan tempat dan modal, kamu juga harus tahu hambatan-hambatan dalam membangun usaha warung mi instan BossQ.

Berdasar buku 99 Bisnis bagi Pensiunan yang ditulis Indah Ratnaningsih dan Sigit Rais, ada 3 hambatan yang kerap ditemui saat membuka bisnis ini. Ketiga hambatan itu yakni:

1. Banyak pesaing.

2. Banyak hal tak terduga, misal ada preman yang meminta jatah keamanan karena bisnis ini dibuka hampir 24 jam. Ada juga pelangganmu yang akan berutang, tak langsung membayar makanan yang dipesannya.

3. Bahan baku yang tiba-tiba mahal.

Strategi

Masih berdasarkan buku yang sama, ada tiga strategi yang bisa kamu terapkan untuk membuat bisnis warung mi instan tetap hidup, yaitu:

1. Memasang spanduk cukup besar dan berwarna terang bertuliskan menu-menu yang ada, sehingga menarik perhatian.

2. Menjaga kualitas makanan karena hal ini bisa memuaskan pelanggan.

3. Tingkatkan kebersihan dan keramahan kepada pelanggan agar merasa nyaman ketika membeli atau bisa menawarkan jasa antar untuk jarak tertentu.

Selain itu, jangan lupa untuk kreatif ya Usahawan. Misal, selalu berinovasi dalam menciptakan menu. Juga beri nama-nama unik pada menumu. Selamat mencoba!

Baca juga:

 

Share artikel ini