Inspirasi

Daftar Perempuan Muda Sukses dalam Bisnis yang Bisa Kamu Contoh

19 Apr 2021, Ditulis oleh Bentangku

Daftar Perempuan Muda Sukses dalam Bisnis yang Bisa Kamu Contoh

Kesetaraan wanita bukan cuma urusan rumah tangga, karir di perusahaan dan di kancah perpolitikan. Tapi banyak juga wanita yang menunjukkan kepiawannya dalam membangun dan membesarkan usaha. 

Kepiawaian mereka dalam mengelola bisnis pun tak kalah dengan laki-laki, Bahkan, beberapa di antaranya mendapat pengakuan dunia lho, seperti dari Forbes. 

Nah, berikut ini 10 sosok perempuan muda yang berhasil menaklukkan dunia bisnis seperti dirangkum Qasir dari berbagai sumber. Siapa tahu bisa jadi inspirasimu.

1. Nabilah Alsagoff

Pendiri dan Chief Operating Officer Doku saat ini, sebuah perusahaan pembayaran online di Indonesia.

Seperti diwartakan Tech in Asia, dia mendapat ide untuk membangun startup ini setelah bekerja di situs situs pariwisata yang memiliki visi untuk membantu Bali pulih dari serangan teroris pada 2002. 

Magdalene menyebut, bisnis Nabeda mendapat sambutan hangat oleh berbagai perusahaan besar di Indonesia dan Asia, seperti AirAsia dan Sinar Mas.

Perusahaan-perusahaan besar itu mempercayakan masalah pembayaran ke startup yang didirikan oleh perempuan muda ini. 

Rahasia yang membuatnya berhasil adalah berani untuk menghadapi risiko dan menggapai mimpinya. 

2. Veronika Linardi

Veronika Linardi merupakan perempuan hebat yang berada di belakang situs Qerja. Situs ini, memungkinkan pencari kerja dan karyawan berbagi informasi tentang sebuah perusahaan.

Pengguna bisa mengunjungi situs ini untuk menemukan informasi transparan tentang skala gaji perusahaan dan praktik perekrutan. 

Belum lama ini, Qerja mendapatkan pendanaan dari dana SB ISAT, usaha patungan Softbank dan Indosat.

3. Hooi Ling Tan

Hooi Ling Tan merupakan sosok hebat di balik GrabTaxi yang disebut-sebut sebagai penyelamat sopir taksi. Saat itu, Uber secara agresif menyerang Asia Tenggara, sementara taksi harus berjuang keras untuk mendapatkan pelanggan. 

Mantan konsultan McKinsey itupun bekerja membangun aplikasi seluler yang akan menghubungkan pelanggan langsung ke driver taksi melalui telepon.

Dia mengajukan rencana bisnis itu ke kompetisi Startup Harvard pada 2011. 

Kehadiran, Grabtaxi yang berbasis di Malaysia, mengubah dominasi Uber. Baru-baru ini, GrabTaxi menjadi salah satu startup "Unicorn" di Asia Tenggara dengan perkiraan nilai miliaran dolar.

4. Thuy Thanh Truong

Thuy Thanh Truong mendirikan Greenggar, salah satu startup seluler yang sukses di Vietnam. Aplikasi ini berurusan dengan permainan dan utilitas serta Toky, sosial aplikasi yang mengubah lokasi mana pun menjadi konten berbagi komunitas virtual.

Belum lama ini, Toky diakuisisi oleh platform Game-Building Weeby. Akhirnya, dia menjadikan Truong dan menjadi Direktur Pengembangan Bisnis Weeby untuk Asia.

5. Faradina Dwi Safitri

Faradina Dwi Safitri memiliki passion untuk membesarkan industri kecantikan di Indonesia. Dimulai dari kegemarannya bereksperimen dengan make up, Dina --yaitu dia akrab disapa – mulai melihat kans bisnis kosmetik.

Namun, pada saat itu, dia masih duduk di bangku kuliah. Dia lalu memutuskan untuk memperdalam ilmu soal seluk beluk kosmetik, pembuatan, hingga management bisnisnya.

Diapun banyak mengikuti short course dan pelatihan professional terkait produk kecantikan di berbagai negara, seperti Korea Selatan, Inggris dan Irlandia, mulai 2017.

Semakin lama, keyakinannya bisnis kosmetik bakal terus berkembang makin mantap. Dia pun memutuskan untuk terjun di usaha make up.

Setahun setelahnya, dia kembali ke Indonesia, dan mulai mencari tempat produksi serta bahan-bahan yang cocok untuk perempuan Indonesia.

Tak hanya ingin menghadirkan produk kosmetik, Dina ingin perusahaannya yang akhirnya diberi nama PT Shannen Global Indonesia itu menjadi sarana untuk wanita Indonesia berbisnis.

Oleh karena itu, dia memasarkan produknya dengan sistem multilevel marketing (MLM).

Produk pertama yang diluncurkan Shannen adalah lipstik. “Empat tahun berdiri, Shannen memiliki 700 ribu member di Indonesia,” kata Dina saat live Instagram bersama Qasir.

6. Jennifer Wai Fun-Liu

Melansir Forbes, Jennifer Wai Fun-Li mendirikan kedai kopi dan membuka cabang di berbagai negara. Tujuh tahun sejak mendirikan rantai kopinya The Coffee Academics, Liu telah membuka 20 outlet di empat kota di Asia dan akan membuka tiga lagi di Bangkok, Manila dan Shenzhen.

Belum lama ini, dia menandatangani perjanjian dengan China untuk membuka 50 outlet di sekitar Guangzhou dalam lima tahun ke depan. Dia juga berencana mengembangkan bisnis kopinya di Indonesia, Jepang, Malaysia, Korea Selatan dan UEA.

7. Elisa Suteja

Masih dari dunia kopi. Ada Elisa Suteja, co-founder dari Fore Coffee. Elisa merupakan salah satu perempuan muda yang masuk dalam daftar Forbes Indonesia pada 2020. 

Seiring perkembangan, Fore Coffee mengembangkan aplikasi yang memungkinkan pelanggan untuk pemesanan secara online, juga delivery pesanannya.

8. Chrisanti Indiana

Melansir dari Kumparan.com, Chrisanti Indiana adalah co-founder dari Social Bella. Social Bella adalah perusahaan yang berada di balik aplikasi kecantikan terkenal di Indonesia Sociolla.com.

Tak hanya itu, Social Bella memiliki bisnis lain, SoCo dan Beauty Journal. SoCo merupakan sarana untuk perempuan memberikan penilaiannya tentang produk kecantikan. Sementara, Beauty Journal adalah laman yang menyediakan tentang informasi kecantikan.

9. Melia Winata

Melia Winata merupakan co-founder Du Anyam, salah satu social enterprise di Tanah Air. Dikutip dari Kumparan.com, Du Anyam memproduksi kerajinan dari rotan dan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup wanita juga anak-anak di Indonesia. Perusahaan ini juga memiliki misi memberikan perempuan kesempatan untuk memiliki pekerjaan alternatif sebagai perajin rotan.

Melia Winata juga masuk dalam daftar 30 wanita berusia di bawah 30 tahun Forbes Indonesia pada 2020.

Saat ini, Du Anyam memiliki lebih dari 1.100 pekerja wanita di 50 desa. Hasil kerajinannya diekspor ke US, Eropa, dan Australia.

Jika ditarik kesimpulan dari kisah perempuan hebat di atas, bisnis mereka berawal dari melihat peluang pasar. 

Melansir dari Liputan6.com, kebutuhan atau keinginan pelanggan tersebut harus dilihat dan ditangkap secara gamblang oleh entrepreneur untuk dapat dijadikan suatu peluang. Peluang tersebut merupakan kesempatan bagi kamu untuk dapat mengembangkan usaha.

Oleh karena itu, seorang entrepreneur harus mengasah kepekaannya (alertness) untuk dapat melihat setiap peluang untuk berkembang. 

Secara teroritis, kepekaan seorang entrepreneur adalah kemampuan untuk melihat, di mana produk atau jasa yang semula tidak ada, mempunyai nilai tak terduga bagi pelanggan dan metode produksi baru yang dimiliki menjadi layak, yang sebelumnya tidak diketahui oleh orang lain.

Dengan mengasah kepekaan, seorang entrepreneur diharapkan dapat mengidentifikasi setiap peluang yang menguntungkan dan dapat mengambil keputusan stratejik untuk pengembangan usahanya. 

Nah BossQ, apa pun usahamu, harus ingat kunci agar usaha berkembang adalah senantiasa memantau perkembangannya. Kamu bisa menggunakan aplikasi yang memudahkan kerja tanpa membebani biaya, seperti yang disediakan Qasir.

Baca juga:

Share artikel ini