Studi Kasus

Ciri-Ciri Usahamu Sudah Perlu Rekrut Karyawan

24 Mar 2021, Ditulis oleh Bentangku

Ciri-Ciri Usahamu Sudah Perlu Rekrut Karyawan

Ketika usaha beranjak maju, perekrutan karyawan perlu kamu pertimbangkan lho. Sebab, makin maju usahamu, semakin banyak pula yang harus dikerjakan.

Namun, mempekerjakan karyawan adalah langkah besar dan berisiko bagi seorang pengusaha. Perekrutan, pelatihan dan pembayaran gaji dan tunjangan bukanlah hal yang kecil dan hanya boleh dilakukan dalam keadaan tertentu.

Forbes menyebut, mempekerjakan karyawan dapat menjadi buah simalakama. Bukan hanya soal kemampuanmu dalam membayar gaji dan fasilitasnya. Karyawan bisa merusak bisnismu jika dilakukan pada waktu dan alasan yang salah.

Kegalauan ini pula yang dialami oleh Nurulia Juwita dan Pandasurya Wijaya. Pasangan suami istri pemilik Kebun Binar Bumi tersebut memulai usahanya pada 2017 dengan berjualan benih sayuran.

Mereka kemudian mencoba bergerak untuk berjualan pohon buah, tanam bumbu dapur, herbal, sampai tanaman hias. Selama itu pula dia dibantu oleh seorang asisten rumah tangganya.

“Repot sekali waktu itu,” ujar Wita kepada Qasir, Selasa (23/2/2021).

Terlebih, sang suami, tak mau urusan packing dipegang oleh orang lain. Namun, seiring kemajuan usahanya, setahun kemudian, keduanya memutuskan merekrut pekerja.

“Karena memang sudah enggak terkerjakan sama berdua. Apalagi Panda masih sambil kerja. Dari dulu cuma satu orang, akhirnya sekarang delapan orang. Ada lima orang ibu-ibu, satu anak SMP, dan dua bapak-bapak,” tutur Wita.

Dia memilih merekrut warga sekitar rumahnya untuk diberdayakan. Sebab, dia ingin usahanya juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Apalagi, dia melihat sejumlah warga yang memang benar-benar butuh pekerjaan.

Pada proses perekrutan, hanya ada 1 syarat utama yang dipertahankannya dalam memilih karyawan.

“Poin utama tiap aku merekrut ialah melihat mereka mau kerja keras enggak. Mau belajar enggak. Itu yang terpenting. Ketika mereka sudah masuk, bisa dibentuk, jadi bisa dikasih spesialisasinya. Mereka bantu ngerjain apa,” kata Wita.

Pernah suatu saat, dia menerima karyawan buta huruf total. Hal itu diketahuinya setelah beberapa lama menerima pegawai tersebut.

“Dia buta huruf total karena kelas 1 SD pun enggak tamat. Sementara kerjaan ini butuh banyak membaca dan menulis. Waktu nyiapin tanaman yang mau dipacking, awalnya aku enggak tahu, tapi pas lihat dia kayak kesulitan tiap dikasih catatan kerjaan, akhirnya dia bilang enggak bisa baca. Aku bayarin les baca sama gurunya anak-anak. Jadi dia dua kali seminggu belajar baca, tulis, hitung,” tutur dia.

“Sekarang alhamdulillah dia sudah bisa baca tulis. Walaupun masih terbata. Jadi buat aku enggak penting sekolah apa enggak. Yang penting mau kerja keras dan belajar. Sama satu visi sama maunya aku. Prinsip kerja di sini ialah sejujur mungkin sama pembeli dan memberi pelayanan yang terbaik,” lanjut Wita.

Menurut dia, delapan karyawannya ini digaji per bulan. Namun, dia tak bakal melarang jika ada yang minta dibayar per minggu.

Saat ini, tugas Wita dan Panda hanya memantau kinerja karyawannya. Mereka akan mengoreksi yang belum sesuai dengan standar Kebun Binar Bumi.

“Kasih tahu kalau ada yang enggak pas, kalau ada koreksi serius, atau misal ada tanaman baru yang belum pernah dipacking. Aku bikin rapat kecil sama Ibu Ani dan Ibu Rini bertiga untuk bahas gimana cara packing si tanaman biar aman. Tapi setelah aku ajarin, pada bisa. Aku sekarang enggak pegang packingan sama sekali. Ada ketuanya tim packing. Dia yg bertanggung jawab untuk semuanya,” jelas Wita.

Tiap tanggal 25, Wita dan Panda selalu mengadakan makan bersama karyawannya. Di situlah, mereka bakal saling memberi masukan, sharing rencana promo dan evaluasi lainnya.

“Uang makan-makannya aku kumpulin dari uang diskonan pengiriman. Karena langganan, jadi tiap transaksi dapat potongan. Kalau dikumpul-kumpul sebulan lumayan. Yang penting mereka happy dan ngerasa lebih dihargai,” tandas Wita.

Pengalaman yang sama dialami Puteri, pemilik katering Olivier Pattiseries. Mantan chef di sebuah hotel di Jakarta ini mengatakan mulai merekrut karyawan saat permintaan catering mulai tak terbendung.

“Saya sempat ragu saat harus mengambil karyawan. Apalagi, saat memulai usaha ini tahun lalu, pas pandemi. Saya pikir cukup saja, saya yang kelola sendiri,” kata Puteri memulai cerita.

“Namun lama-lama permintaan kan banyak. Saya kebetulan dipercaya untuk membuat katering makan siang sebuah sekolah dasar negeri. Lalu, saya sering promo juga di media sosial. Lama-lama, jadi keteteran. Dari situ, saya sadar bahwa saya butuh bantuan,” lanjut dia.

Menurut perempuan yang akrab disapa Puput ini, sejak merekrut pegawai, pekerjaannya semakin lancar. Apalagi, ada ide dan masukan dari karyawan yang dipekerjaannya.

“Kadang, saya kan hanya membuat resep seperti biasa. Paling nambah beberapa. Tapi saat ada temen karyawan di sini, kadang dia suka kasih ide jualanan yang bagus,” ucap dia.

Kini, Puput pun tak mengurus soal peritilan di dapur. Dia hanya melakukan quality control dan menyediakan resep.

Berkaca dari pengalaman Wita dan Panda, serta Puput, ada sejumlah hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan, BossQ.

Manfaat Mempekerjakan Karyawan

1. Membawa Ide Baru

Kehadiran karyawan tak hanya akan mempermudah pekerjaanmu, tapi mereka akan membawa ide-ide segar seperti yang diceritakan Wita dan Puput.

2. Meningkatkan Kualitas

Dengan adanya karyawan, kamu tak perlu handle hal-hal kecil. Waktumu bisa digunakan untuk quality control baik itu layanan maupun produk.

3. Pendapatan Bertambah

Kok bisa?

Dengan adanya karyawan yang membantu, kamu pun bisa mengembangkan sayap bisnismu.

Waktu yang Tepat untuk Merekrut

1. Saat Kamu Mulai Menolak/Mengabaikan Klien karena Kewalahan

Hal yang harus kamu kerjakan semakin menumpuk, klien semakin banyak. Jika biasanya hanya butuh waktu 1 hari untuk packing dan mengirim pesanan, kali ini, kamu mulai molor dari tenggat waktu.

Jangan kan untuk melakukan pengiriman, untuk membalas pesan yang masuk dari konsumen pun kamu sudah kewalahan. Forbes menyebut, customer service adalah salah satu area operasi bisnis yang paling mudah untuk diserahkan ke seorang karyawan, apa pun bidang pekerjaanmu.

Atau kamu mulai menolak klien yang ingin menggunakan jasamu? Nah, itulah saatnya kamu merekrut karyawan pertamamu Usahawan.

2. Kamu Mengendus Sumber Pendapatan Baru

Saat kamu mengidentifikasi sumber pendapatan baru yang bakal meningkatkan usahamu dan kamu tak mengerti tentang seluk beluk potensi tersebut. Artinya, kamu butuh orang yang mengerti tentang sumber pendapatan baru itu.

3. Konsumenmu Mulai Mengeluh

Jika konsumenmu mulai mengeluh karena menganggap kinerjamu lelet, padahal kamu tengah kerepotan mengurus pesanan, itu saatnya untuk hire karyawan pertamamu BossQ.

4. Kulitas Produk dan Layananmu Menurun

Banjir pesanan justru menurunkan kualitas produk dan layananmu? Coba pertimbangkan untuk merekrut karyawan.

5. Tak Punya Waktu untuk Berlibur

Jangankan mengurus pembukuan, untuk berlibur saja kamu tak punya waktu? Ckckck…

6. Mampu

Poin yang satu ini sangat penting. Ketika usaha semakin maju dan kamu sudah mampu menggaji, go for it.

7. Kamu Punya Cukup Pekerjaan untuk Diserahkan

Masih dilansir dari Forbes, pastikan kamu masih bakal terus memiliki pekerjaan untuk diserahkan dalam jangka waktu lama. Jika sedang sibuk sekarang, tetapi sebagian besar kontrakmu habis dalam waktu enam bulan, jangan mempekerjakan karyawan. Tidak ada jaminan kamu bakal mendapat kontrak baru.

Tips Merekrut Karyawan yang Tepat

Forbes melansir 6 tips agar merekrut karyawan yang tepat. Berikut keenam tips tersebut:

1. Carilah Seseorang yang Berkomitmen pada Kariernya

Kamu tentu tidak ingin mempekerjakan karyawan yang sering berpindah karier atau pekerjaan, hanya untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Jika seorang kandidat tidak setia kepada perusahaan mana pun, mempekerjakan orang ini pasti bisa menjadi masalah bagi bisnismu.

Selalu periksa durasi pekerjaan kandidat sebelumnya dan alasannya. Jika dia terus-menerus berpindah pekerjaan, kamu patut mempertanyakannya.

2. Tes Daya Tangkap dan Keterampilan Analisisnya

Cobalah untuk menggunakan metodologi yang berbeda untuk menilai daya tangkap dan keterampilan menganalisis kandidat karyawanmu. Jangan mengevaluasi kandidat hanya berdasarkan resume dan kepercayaan diri mereka karena resume dapat berisi kebohongan.

3. Periksa Kompatibilitas

Kamu ingin mencari pegawai yang sesuai dengan budaya perusahaanmu. Periksa apakah kandidat memiliki keterampilan sosial untuk bergaul dengan orang lain, terutama dengan karyawan dan manajer saat ini. Tanyakan juga bagaimana dia mengelola kliennya.

Ingat, kemauan adalah salah satu hal utama yang harus dimiliki seorang kandidat untuk bekerja dengan Anda. Dan jika seseorang tidak dapat bergaul dengan kliennya saat ini atau atasan sebelumnya, bukan ide yang bagus untuk mempekerjakan kandidat itu.

4. Terus Tingkatkan Proses Perekrutan Anda

Alih-alih mengajukan pertanyaan peluru ajaib atau yang tidak relevan, kamu perlu fokus untuk mengetahui kemampuan, pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, sikap, dan potensi kandidat.

Saat mengiklankan lowongan kerja, pastikan semua persyaratan pekerjaan seperti tanggung jawab, pendidikan yang diperlukan, pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan disebutkan dengan jelas. Ini akan membantu dalam mengevaluasi kandidat dan menarik pelamar yang memenuhi semua tanggung jawab dan persyaratan.

5. Jangan Lupa Mempekerjakan Magang

Sebagian orang mungkin tidak setuju dengan cara ini. Tetapi hal tersebut adalah salah satu cara terbaik untuk mempekerjakan pegawai yang tepat untuk bisnismu.

Kamu bisa menganalisis kekuatan, kelemahan, keterampilan, pengetahuan, sikap, perilaku, tingkat kepercayaan diri, selama dalam proses magang. Ini bakal menjadi bukti praktis pekerjaan mereka.

6. Bersosialisasi dengan Kandidat

Hal yang paling gampang dilakukan adalah cek media sosial kandidatmu. Sifat mereka akan terlihat di situ.

Mengelola Karyawan dengan Fitur Qasir

Untuk mengelola pegawai, kamu tak perlu repot lagi. Qasir memiliki fitur pengelolaan pegawai yang dapat digunakan untuk mengelola karyawan. Mulai dari data diri karyawan hingga ke kinerja mereka, dengan fitur Pegawai (GRATIS) dan Absensi Pegawai pada Qasir Pro.

Cek di sini untuk info soal pengelolaan karyawan dan untuk fitur Absensi dari Qasir cek di sini.

Baca juga:

Share artikel ini