Studi Kasus

Pembayaran Tempo Qasir Jadi Solusi Buat Pedagang

18 Sep 2019, Ditulis oleh putri

Pembayaran Tempo Qasir Jadi Solusi Buat Pedagang

QASIR.ID - JAKARTA. Coba ingat-ingat, sepanjang perjalanan dari rumah menuju tempat beraktivitas, ada berapa banyak warung kelontong yang kamu lewati? Puluhan, belasan? Atau bahkan ratusan? Meski belakangan ini toko-toko swalayan juga tumbuh cepat mengalahkan jamur di musim hujan, nyatanya minat mereka yang mencoba peruntungan dengan membuka toko kelontong pun tidak pernah berkurang. Tak hanya di kampung-kampung, di kompleks perumahan, bahkan di pinggir jalan besar pun kerap kita temui warung kelontong, mulai dari warung kecil hingga agen besar penyuplai barang ke warung-warung. 

 

Meski minatnya amat besar, namun tidak semua warung kelontong mampu bertahan. Tidak, belum tentu juga karena kalah saing dengan toko besar dan swalayan, namun bisa jadi karena kurangnya rapinya manajemen usaha atau karena masalah permodalan. 

 

Untuk masalah manajemen usaha, Qasir sudah menyediakan solusi berupa aplikasi kasir atau Point of Sales gratis, tidak berbayar. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 100.000 pengguna di seluruh Indonesia. Dengan aplikasi ini, para usahawan, mulai dari yang terkecil, seperti usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah sekalipun bisa mulai menerapkan pencatatan usaha yang rapi. Catatan yang rapi ini nantinya akan berkaitan dengan masalah permodalan. 

 

Satu yang pasti akibat pencatatan usaha yang tidak rapi, yaitu usahawan kelontong jadi tidak bisa membedakan mana keuangan pribadi, mana dana modal untuk kembali diputar, dan mana yang uang keuntungan. Bahkan tidak sedikit yang terbiasa memakai uang modal untuk keperluan pribadi, dan sebaliknya, memakai dana pribadi untuk menambal kerugian usaha. 

Padahal untuk mengembangkan usaha, usahawan bisa memanfaatkan fasilitas pembiayaan. Namun bagaimana bisa meyakinkan lembaga pembiayaan jika pencatatan usaha saja tidak rapi? Sedangkan yang dibutuhkan lembaga pembiayaan, baik itu bank maupun non bank, adalah catatan usaha yang rapi tadi. 

Untuk itulah Qasir menawarkan solusi kedua. Yaitu solusi pembiayaan. Pembiayaan di sini bukanlah pemberian kredit berupa uang cash atau dana segar, namun dalam bentuk barang grosir yang memang biasa dibeli oleh merchant (usahawan pengguna aplikasi) untuk tokonya. Fasilitas ini dinamakan fasilitas Pembayaran Tempo.  

“Data yang kita miliki bisa digunakan company lain, tapi hanya untuk kepentingan merchant kita. Contoh, partner fintech kita. Dari 100 ribu user kita mereka bisa tahu ada berapa yang layak mendapat pendanaan. Mereka tidak perlu menghimpun data lagi, karena Qasir sudah punya itu semua. Bahkan kita juga punya data yang bank tidak punya.  Karena memang kebanyakan pelaku bisnis di Indonesia tidak punya rekening bank,” tutur Michael Liem, CEO Qasir.

Hingga saat ini,  sudah ada lebih dari 30 merchant yang menerima fasilitas pembiayaan ini. Sedangkan total pembiayaan yang sudah diberikan sudah lebih dari Rp80.000.000. Untuk mendapatkan fasilitas ini, merchant Qasir hanya perlu memiliki riwayat belanja minimal tiga kali. Dokumen yang dibutuhkan juga hanya berupa foto KTP, foto tempat usaha, dan Kartu Keluarga.

Dalam fasilitas Pembayaran Tempo ini, Qasir bekerjasama dengan beberapa Fintech yang sudah terdaftar dan di awasi oleh OJK (Otoritas jasa Keuangan), di antaranya Qazwa, KoinWorks, Hijra. 

Salah satu merchant yang sudah menikmati fasilitas ini adalah Pak Jayadi, pemilik toko kelontong Sahabat Setia di daerah Pejaten Jakarta Selatan. Karena riwayat pembelanjaan yang lancar,  Pak Jayadi bahkan sudah pernah lima kali mendapatkan fasilitas ini, dengan total kredit lebih dari Rp30 juta. 

“Kalau biasanya untuk belanja banyak kita harus menunggu uang terkumpul dulu, padahal permintaan pembeli sudah banyak dan nggak bisa menunggu, sekarang kita bisa belanja banyak dulu untuk stok dan memenuhi permintaan, sedangkan pembayarannya nanti setelah uangnya muter. Fasilitas ini benar-benar membantu saya yang sedang merintis kembali usaha kelontong yang sebelumnya pernah tutup,” jelas Jayadi. 

Jika pembelanjaan dilakukan melalui aplikasi Qasir, pelunasan pembayaran dilakukan langsung dengan cara transfer ke fintech yang ditunjuk.Dalam melunasi pembiayaannya, Pak Jayadi bisa memilih beberapa pilihan tenor yaitu 7 Hari, 14 Hari, 21 Hari dan 28 Hari.

Pak Jayadi, merchant Qasir penerima fasilitas Pembayaran Tempo

Selain pencatatan dan pembiayaan, solusi ketiga yang ditawarkan aplikasi Qasir adalah Pembelanjaan Grosir.  Sebagaimana kita ketahui, pemilik usaha kelontong senantiasa memutar otak untuk mendapatkan barang murah, meski selisihnya hanya sedikit. 

Untuk itu Qasir menjembatani agen besar dengan warung agar bisa melakukan jual beli barang grosir secara online, melalui aplikasi Qasir. Sedangkan untuk pengiriman, semuanya diurus oleh Qasir dengan ongkos kirim yang sangat terjangkau. Masih ada lagi solusi berupa edukasi.

Apalah artinya aplikasi yang canggih dan sistem yang sempurna jika tidak didukung dengan kesadaran para usahawan untuk memperbaiki manajemen usahanya. Karena itu Qasir terus berupaya memberikan edukasi yang persuasif, baik melalui para Mitra yang diterjunkan langsung ke para merchant, juga melalui workshop dan seminar.  Bukan hanya di Jakarta, namun juga di beberapa daerah seperti Bandung, Yogya, Malang. Edukasi semacam ini rutin diselenggarakan secara mandiri oleh Qasir maupun menggandeng berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam memajukan para usahawan mikro dan pedagang kecil. 

 

 

Share artikel ini