Studi Kasus

Sudahkah Usahamu Terlindung dari Virus dan Penyakit?

01 Apr 2021, Ditulis oleh Bentangku

Sudahkah Usahamu Terlindung dari Virus dan Penyakit?

Memiliki usaha sehat adalah impian semua pengusaha. Namun, membangun bisnis tak semudah membalikkan telapak tangan bukan? Ada kalanya, bisnis berjalan tidak sesuai dengan rencana dan gagal.

Kegagalan merupakan pengalaman yang harus dijadikan sebagai teman dalam dunia usaha. Tanpa kegagalan, kamu tak dapat belajar untuk menjadi lebih baik bukan?

Forbes, mengutip Small Business Administration, menyebut 20 persen usaha gagal selama dua tahun pertama.

Ada sejumlah hal yang menyebabkan bisnismu rentan terkena penyakit, seperti dilansir Qasir dari berbagai sumber, yakni:

1. Laporan Keuangan yang Berantakan

Apakah kamu terserang TBC alias Tidak Bisa Cuan?

Penyakit ini menyebabkan kepalamu pusing dan panas dingin karena misal proses laporan yang manual jadi banyak salahnya?

Pakar Marketing dan Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan, tidak adanya laporan keuangan atau laporan buruk bakal menyulitkanmu. Kamu tidak akan mengetahui usahamu menghasilkan laba atau tidak.

Menurut dia, banyak pebisnis pemula yang mengandalkan feeling untuk mengontrol usaha. Padahal, maju atau tidaknya usaha bakal terkontrol melalui laporan keuangan lho.

“Jadi kecampur dan enggak pernah dihitung berapa penjualan, cost, berapa profit. Kalau kita enggak ada catatan itu kita enggak tahu ada kemajuan atau tidak. Padahal UMKM yang benar itu harus punya growth mindset. Tahun ini harus lebih bagus dari sebelumnya,” ujar Yuswohady saat berbincang dengan Qasir akhir November 2020.

2. Banyak Utang Tak Terbayarkan

Ketika utang tak terbayar tepat waktu, tentu kamu harus membayar dendanya. Semakin lama, utang bertambah hingga akhirnya tak terbayarkan.

3. Tak Peduli dengan Pelayanan Kelas Pro

Praktisi dan konsultan servis Cylatamia Irawan, seperti dilansir Detik mengatakan, kunci utama untuk merebut hati pelanggan adalah memberikan pelayanan terbaik pada konsumen.

4. Strategi Pemasaran Tak Efektif

Kamu bingung dengan memilih strategi dalam pemasaran? Hati-hati, sebab hal ini menyebabkan usahamu rentan terserang virus lho.

Coba dicek, apakah perusahaan yang kamu bangun punya penyakit “Jantung” alias Jarang Untung?

Jika kamu belum memanfaatkan teknologi dan sosial media untuk pemasaran, coba dipertimbangkan lagi. Terlebih, saat ini, orang lebih senang berbelanja online karena lebih mudah membandingkan harga dan kualitas dari toko satu dengan yang lain. Ditambah, di kala pandemi Covid-19, orang-orang beralih berbelanja online daripada offline.

Jadi, jangan sampai kamu sesak nafas gara-gara tidak punya website atau lapak online untuk jualan.

Pemanfaatan teknologi ini juga membuatmu terhindar dari “Bisul” lho, Bisanya Hanya Uang Lembaran dan Logam. Sebab, di platform lapak online, kamu bisa melakukan transaksi menggunakan uang digital.

5. Tak Memahami Keinginan Konsumen

Liputan6.com menyebut, kesalahan ini paling fatal dan sering dilakukan oleh pengusaha. Padahal, sangat penting mengetahui keinginan pembeli.

6. Terlalu Kaku dan Tak Bisa Menyesuaikan dengan Perubahan Pasar

Berbisnis, kamu harus fleksibel terhadap segala potensi yang bakal terjadi. Perencanaan memang harus dibuat, tapi jangan terlalu kaku.

Terlebih, pasar tidak mudah ditebak. Padahal, kekuatan pasar mempengaruhi bisnismu lho.

7. Tidak Berbuat Sesuatu

Ingat, bisnismu tak akan berjalan jika kamu tak mengeksekusi rencana atau keinginanmu. Jangan malah disibukkan dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kamu kerjakan.

8. Tidak Fokus pada Keuntungan

Mendapatkan keuntungan merupakan tujuan dari berbisnis. Oleh karena itu, jika tidak memperhatikan keuntungan, maka bisnismu tamat.

9. Produk yang Ditawarkan Kurang Bervariasi

Produk adalah peluru dalam berbisnis. Tapi, ketika pelurumu tak bervariasi untuk menyesuaikan konsumen yang disasar, tentu sulit mendapatkan pelanggan. Niscaya, konsumenmu bakal melirik tetangga sebelah.

Untuk bikin produkmu lebih bervariasi kamu bisa gunakan Opsi Tambahan di aplikasi Qasir. Cukup menambahkan menu tambahan yang bida diterapkan di semua produkmu. Jadi semacam topping terpisah di martabak. Aktifkan Opsi Tambahan di sini.

10. Tak Punya Tim Solid

Tim solid ini sangat diperlukan untuk mempercepat perusahaan dalam mencapai visi misinya. Namun, bagaimana jadinya kalau karyawan punya gejalan “Radang Paru” alias Rajin Datang Pulang Buru-Buru? Atau melihat karyawanmu “Pucat” alias Pegawai Pulang Cepat.

Tentunya, kamu bakal sesak napas saat melihat absen karyawan yang seenaknya itu.

Solusinya?

Nah, 10 hal yang membuat bisnismu rentan terserang virus atau penyakit ini, bisa ditanggulangi dengan memanfaatkan teknologi.

Tak peduli bisnismu dalam skala kecil, menengah atau besar, sebuah perusahaan perlu menerapkan teknologi untuk kemajuan usahanya.

Liputan6.com melansir dari Excellence.asia, pemanfaatan teknologi dalam bisanis dapat meningkatkan produktivitas perusahaanmu, meningkatkan pemasaran, dan membantumu memberikan pelayanan yang lebih baik untuk pelanggan. Kamu pun bakal mampu berkomunikasi dengan lebih efektif dengan karyawan dan mitramu. Juga membantumu membangun tingkat keamanan informasi bisnis.

Untuk memudahkanmu dalam mengelola perusahaan, Qasir memiliki sejumlah fitur “vaksin” lho. Mulai dari pengaturan Absensi, monitoring laporan keuangan, hingga pemasaran bisa diselesaikan dengan menggunakan aplikasi seperti yang Qasir miliki.

Terkait monitoring laporan keuangan, kamu bisa baca di artikel ini.

Soal fitur Absensi, bisa kamu klik di tautan ini.

Sementara, tentang Transaksi dan cetak struk, kamu bisa memperoleh bantuan di sini.

Nah, jika bisnismu sudah mendapat vaksin, bisa dicek apakah usahamu sudah masuk dalam karakteristik sehat.

Matranews.id menjelaskan, terwujudnya perusahaan atau organisasi sehat akan meningkatkan kepuasan kerja, menurunnya tingkat absensi dan keluar masuk karyawan; meningkatkan kinerja pekerjaan; juga meningkatkan kesehatan fisik, mental, spiritual, dan kesejahteraan karyawan.

Secara garis besar, organisasi atau perusahaan yang sehat memiliki 9 karakteristik, yaitu:

1. Tim Terbuka dan Rendah Hati

Ketika tidak ada keterbukaan dan kerendahan hati, tim akan berhenti belajar serta tumbuh. Padahal, mau belajar dan tumbuh adalah kunci kesuksesan.

2. Berkembangnya Iklim Akuntabilitas dan Pertanggungjawaban Pribadi

Tak ada gunanya untuk kemajuan bisnis budaya saling menyalahkan, mencari kambing hitam, dan mencari-cari alasan dalam tim. Ketika akuntabilitas dan tanggung jawab pribadi timmu baik, kamu tak perlu khawatir soal masa depan usahamu.

3. Keberanian Mengambil Risiko

Akan tetapi kamu harus tetap mengkalkulasi risiko yang akan kamu ambil itu ya Usahawan.

4. Melakukan Sesuatu Secara Benar

Perusahaan atau organisasi tidak mau sekedar mencapai prestasi yang biasa-biasa saja. Namun, perusahaan yang sehat juga mampu menahan diri untuk menempuh jalan pintas demi pengakuan itu.

5. Organisasi yang Sehat Mampu Bersikap Toleran

Ketika tim berbuat salah, organisasi yang sehat akan mampu bersikap toleran. Tentu dengan batas-batas tertentu ya.

Selain itu, anggota yang salah mau belajar dari kesalahannya tersebut.

6. Punya Integritas

Matranews.id menyebut, bagi organisasi yang sehat, integritas adalah segalanya. Integritas tidak boleh dikorbankan atas nama apapun, dengan dalih apapun. 

Konsistensi juga sangat penting.

7. Selalu Berusaha Mewujudkan Kolaborasi

Oleh karena itu, anggota organisasi akan secara aktif bersama-sama merancang ide-ide untuk direalisasikan Bersama.

8. Mampu Bertahan di Masa Sulit

Sadar perjalanan usaha yang ditempuh tidak selalu mulus adalah penting.

9. Memperlakukan Karyawan, Pelanggan, dan Mitranya dengan Hormat

Ini bukan hanya bicara attitude, tapi untuk mewujudkan hormat pada pegawai, pelanggan dan mitramu, kamu juga bisa memanfaatkan teknologi yang ada di aplikasi Qasir. Yaitu dengan fitur Absensi, Otorisasi Pegawai, fitur Pelanggan, dan program Mitra Qasir

Komplit banget kan vaksin yang ditawarkan Qasir untuk kesehatan usahamu?

Jadi, apakah usahamu sudah divaksin biar kebal virus dan penyakit? Kalau belum, #VaksininUsahamu pakai Qasir.

Baca juga:

Share artikel ini