Tips

Ingin Keluar Kerja Kantoran dan Buka Usaha? Baca Ini Dulu!

15 Dec 2020, Ditulis oleh Bentangku

Ingin Keluar Kerja Kantoran dan Buka Usaha? Baca Ini Dulu!

Pandemi Covid-19 membuat situasi semakin tak menentu, termasuk dunia usaha. Sejumlah perusahaan tak mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Akibatnya, pandemi membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2020, meningkat akibat pandemi Covid-19 akibat virus Corona.

Pengangguran di Indonesia meningkat menjadi 9,77 juta orang pada Agustus 2020 lalu.

Banyaknya lay-off atau PHK juga membuat orang-orang yang masih tersisa di perusahaan mendapatkan tugas tambahan karena meng-handle tugas dari staff yang sudah tidak bekerja lagi. Akhirnya pekerjaan di kantor jadi makin berat, kerja untuk dua atau tiga orang dikerjakan satu orang. 

Hantaman fakta ini menyebabkan banyak orang mulai memikirkan ulang kariernya. Mereka mulai mempertimbangkan ingin keluar dari kerja kantoran dan banting setir buka usaha. Dengan anggapan, kalau buka usaha sendiri, secapek-capeknya, yang untuk perusahaan sendiri. Jadi lelahnya sepadan. 

Tunggu dulu, deh. Apakah kamu termasuk orang yang ingin keluar kerja kantoran dan jadi wirausahawan?

Kalau iya, sebelum memutuskan resign dan berhenti jadi pekerja kantoran, ada baiknya kenali dulu keuntungan dan kerugian dua pilihan tersebut.

Plus Minus Kerja Kantoran

Nilai Plus:

1. Punya penghasilan tetap yang sudah pasti.

Penghasilan tetap mempermudah kamu dalam merencanakan keuangan. Misal, berapa jumlah uang yang harus kamu tabung setiap bulan. Kamu juga bisa memperkirakan berapa lama lagi harus mengencangkan ikat pinggang ketika uang sudah mepet.

2. Punya jaminan kesehatan dan pensiun dari kantor.

Jika kamu sakit, cukup menggunakan asuransi atau mengajukan klaim jaminan kesehatan dari perusahaan. Biaya berobat itu tak murah.

Kamu juga mendapat jaminan uang pensiun baik dari kantor ataupun BPJS. Jika uang pensiunmu berasal dari BPJS, biaya yang harus kamu bayarkan tiap bulan tak terlalu besar.

3. Kamu punya waktu istirahat yang pasti.

Undang-undang menjamin hak karyawan untuk libur dan cuti. Jam kerja pun sudah ada batasannya. Kamu pun tahu kapan waktu beristirahat. Oleh karena itu, lebih mudah untuk menyeimbangkan waktu bekerja dan istirahat.

4. Lebih mudah mengajukan kredit ke bank.

Pemasukan rutin dan tetap per bulan, membuat bank yakin untuk memberikan pinjaman untukmu. Misal jika kamu ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah.

Minus:

Suara.com melansir ada 4 kekurangan kerja kantoran. Berikut keempat kekurangan tersebut:

1. Monoton

Waktu bekerja sebagian besar pekerja kantoran cenderung tetap.

Rasa lelah dan bosan tentu akan menjadi sulit untuk diabaikan, terutama di saat-saat kamu memiliki banyak pekerjaan di kantor.

2. Rawan gangguan kesehatan

Kesibukan dengan intensitas tinggi tentu menjadi tekanan sendiri. Hal ini bisa memicu stres bagi pekerja kantoran.

Juga kebiasaan duduk terlalu lama, bekerja di depan komputer berjam-jam, dan kurang istirahat memicu berbagai gangguan kesehatan. Belum lagi jika kamu sering lupa atau telat makan karena sibuk bekerja.

3. Penghasilan yang kadang tidak sepadan

Penghasilan yang tak sepadan menjadi salah satu masalah yang banyak dikeluhkan oleh pekerja kantoran. Terutama bagi mereka yang baru pertama kali bekerja.

4. Rawan konflik dengan rekan kerja

Persaingan kerja, perbedaan cara bekerja, ditambah stress pekerjaan menumpuk dan masalah pribadi, sangat mungkin memicu konflik dengan rekan kerja. Bahkan mungkin juga dengan atasan.

Keuntungan dan Kekurangan Buka Usaha

Detik.com melansir ada 6 keuntungan menjadi wirausahawan.

1. Waktu untuk keluarga lebih banyak.

Menjadi wirausahawan, waktumu menjadi lebih fleksibel.

2. Membuka lapangan kerja

Ketika usahamu sudah berkembang, kamu bisa membuka kesempatan kerja bagi orang lain yang membutuhkan.

3. Memiliki pendapatan sendiri

Seluruh pendapatanmu adalah milikmu. Apalagi ketika usahamu sudah berkembang dan akhirnya mapan, laba yang kamu dapat bisa lebih besar dari gaji karyawan kantoran lho.

4. Relasi semakin luas

Menjadi wirausahawan memberikan peluang untukmu bertemu dengan orang banyak.

5. Wawasan bertambah

Misalnya kamu dapat menambah wawasan seputar perkembangan ekonomi dan sosial, atau bisnis dari relasi barumu tadi.

6. Hobi Tersalurkan

Umumnya, wirausaha dimulai dari hobi. Selain hobi tersalurkan, usaha pun terasa lebih ringan.

Kekurangan Jadi Wirausahawan

1. Tentunya, jam kerjamu jadi lebih panjang dan tak pasti

Bisa saja ketika orang sudah mulai terlelap, kamu masih berkutat dengan pembukuan atau melayani chat dari calon pelanggan di layanan e-commerce.

2. Pendapatan juga tak stabil

Wajar, karena pendapatanmu bakal tergantung pada penjualan dan kondisi pasar.

3. Risiko yang kamu tanggung lebih besar daripada bekerja kantoran

Sebab, setiap keputusan yang kamu ambil menentukan nasib perusahaanmu.

4. Tak jarang, pengusaha menghadapi masalah keuangan

Pasang surut bisnis tentu berpengaruh pada penghasilan. Belum lagi ketika kamu ada kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan.

Nah, ketika sudah mengetahui plus minusnya, apakah kamu siap untuk keluar kerja kantoran dan buka usaha?

Pertanyaan selanjutnya yang sering dilontarkan adalah bagaimana caranya? Banyak pekerja kantoran yang bingung ketika ingin memulai usaha. Harus mulai dari mana dulu kah? Apa hal pertama kali yang harus dilakukan?

Berikut langkah yang bisa menjadi panduanmu untuk membuka usaha jika ingin berhenti sebagai pekerja kantoran yang dihimpun Qasir dari berbagai sumber:

1. Pikirkan soal modal

Apakah kamu sudah punya modal? Jika iya, mulailah survei peluang usaha yang sesuai dengan budgetmu. Jika belum punya cukup modal, jangan khawatir, Qasir memiliki inspirasi usaha tanpa modal untukmu, klik di sini.

2. Buka usaha sebelum keluar dari resign

Ini merupakan langkah cepat untuk mewujudkan cita-citamu untuk membuka usaha dan keluar dari kantor. Langkah tersebut juga dapat menstabilkan keuanganmu dulu pada awal-awal berbisnis.

Tak harus kamu sendiri yang menjalankannya. Bisa meminta bantuan pasangan atau anggota keluarga lainnya.

Misal kamu mau membuka usaha laundry kiloan. Kamu bisa mencicil membeli mesin cucinya terlebih dulu. Lalu memilih lokasi kiosnya.

3. Pilih usaha yang menjanjikan

Tak sulit untuk survei peluang usaha yang bakal diminati pada 2021. Setelah itu, sesuaikan dengan minat dan keuanganmu.

Kamu juga bisa membeli paket usaha waralaba. Sekali lagi sesuaikan dengan prediksi kondisi ke depannya dan keuanganmu ya.

4. Riset

Jangan lupa untuk melakukan riset terhadap jenis usaha yang bakal kamu pilih. Melalui riset ini, kamu dapat memprediksi tingkat keberhasilan nantinya.

Riset lah tentang hal-hal terkait pangsa pasar dan sainganmu.

Kamu bisa riset dengan berselancar di dunia maya ataupun ke lapangan. Buka lapak-lapak online yang menyediakan barang atau jasa seperti usaha yang bakal kamu lakoni. Bisa juga dengan terjun ke lapangan.

Lalu, cari solusi apa yang bisa membedakan produk atau jasamu nanti dari para sainganmu tersebut.

5. Mulai Melangkah

Ketika memulai usaha, mulailah dengan sudut pandang sederhana. Keraguan dan ketakutan pasti ada. Namun, dengan ketekunan dan kerja keras, kamu pasti bisa mengatasi rintangan ke depan. Kamu hanya butuh yakin untuk melangkah.

6. Buat pembukuan agar tahu arah dan perkembangan usahamu

Jangan lupa untuk melakukan pembukuan secara teratur sesederhana apapun itu. Juga sekecil apapun pengeluaran dan pemasukanmu.

Sebab, dari pembukuan, kamu bisa tahu maju mundurnya usahamu. Juga dapat menentukan arah bisnismu nanti.

Apalagi sekarang ini pencatatan keuangan lebih mudah dilakukan seiring berkembangnya teknologi, seperti fitur yang ditawarkan Qasir.

Sudah tahu belum kalau Qasir bisa digunakan gratis selama kamu butuhkan? Iya, gratisnya bukan trial. Untuk mengetahui layanan Qasir gratis kamu bisa cek di artikel ini. 

Untuk mulai menggunakan Qasir, download di link ini. 

Baca juga:

 

Share artikel ini