Inspirasi

Krisis Pandemi: Peluang Menjadi Usahawan

30 Apr 2020, Ditulis oleh Putri Anggia

Krisis Pandemi: Peluang Menjadi Usahawan

Belakangan ini banyak perusahaan kehilangan pemasukan, banyak juga yang kesulitan bahkan untuk sekadar menutup biaya operasional. Akibatnya tidak sedikit pekerja yang terkena imbasnya. Mulai dari pemotongan gaji, pemutusan kontrak sementara, hingga terkena PHK. Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 1,94 juta pekerja dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas pandemi COVID-19. Angka tersebut berasal dari 114.340 perusahaan di berbagai wilayah Indonesia.

Namun bagaimana pun kehidupan harus tetap berjalan, karena kebutuhan hidup tidak bisa menunggu. Bagi mereka yang telah berkeluarga, tuntutan menjadi semakin mendesak karena keberadaan keluarga yang perlu dinafkahi. Di saat seperti inilah daya juang dan kretaivitas kita dihadapkan pada tantangan yang sesungguhnya. Buka mata, karena sebenarnya peluang untuk meraih pemasukan tetaplah terbuka. Jika tidak lagi dengan cara bekerja di perusahaan orang, barangkali inilah saatnya lahir menjadi usahawan. 

Ini sejalan dengan yang dikatakan Abidzar Rahadi (Abi), seorang Senior Brand Manager di Perusahaan Multinasional sekaligus usahawan yang juga memiliki beberapa usaha mulai dari family reflexology, memegang beberapa cabang brand Meccanism, sponsorship company, serta Tenun Gaya. Pada kesempatan Q-Talks via IG Live bersama Rachmat Anggara (CMO Qasir) yang diadakan Qasir beberapa waktu lalu, Abi juga mengatakan, “Yang perlu dilakukan di saat sekarang ini, mulailah cari-cari peluang. Ada nggak yang bisa dikerjakan, baik itu sendiri ataupun kolaborasi. Karena dalam membangun usaha kita nggak boleh egois. Bisa saja usaha yang sudah ada kita leverage atau utilize.” 

Pesan ini juga ditujukan Abi pada para karyawan yang mungkin saat ini masih bekerja, namun berada dalam zona “lampu kuning”, dalam arti perusahaan tempat dia bekerja sudah memberi warning tentang kondisi perusahaan. Mulailah memetakan peluang bisnis yang ada sebagai sekoci jika sewaktu-waktu perusahaan karam dalam lautan krisis pandemi. 

Krisis Melahirkan Ketangguhan

Sepanjang catatan sejarah, tidak dapat dipungkiri krisis berperan penting dalam mengembangkan peradaban masyarakat. Bagaimana wabah akhirnya memajukan sistem perawatan kesehatan, perang telah memicu inovasi teknologi, bahkan krisis keuangan global membantu melahirkan banyak perusahaan teknologi seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Buka Lapak dan lain sebagainya. 

Dengan pola hidup masyarakat yang baru (new normal), kita juga harus cermat dalam memprediksi bagaimana krisis mempengaruhi masyarakat di masa depan. Paling tidak dengan dari kondisi terbaru, kita bisa menganalisis tren saat ini dan yang akan berlanjut. 

Qasir telah mengamati beberapa perubahan besar dalam dunia usaha. Bekerja dari rumah adalah normal yang baru, pertemuan bisnis dan koordinasi juga telah digantikan oleh video conference call dan segala bentuk komunikasi virtual lainnya. Akibatnya, beberapa tipe usaha berhenti total- terutama penyedia pariwisata, dan jasa hiburan seperti bioskop dan karaoke. Sedangkan usaha lainnya seperti F&B, butik, jasa salon dan barbershop telah melihat penurunan tajam, sebab konsumen tidak dapat mengunjungi toko atau memang sengaja menghemat cadangan keuangan untuk pembelian kebutuhan yang lebih penting. 

Banyak perusahaan yang pada akhirnya merespons krisis dengan membuat diversifikasi usaha. Di dunia, bisnis mode seperti Zara, H&M, mulai memproduksi alat pelindung dan perlengkapan lain untuk rumah sakit. Awak pesawat, salah satunya SAS Scandinavian Airlinesdi berdayakan untuk membantu di rumah sakit. Pemasok otomotif dan beberapa produsen mobil di dunia juga mulai memproduksi perangkat medis. Di Indonesia, sejumlah perusahaan tekstil dan produk tekstil mulai mengalihkan produksinya untuk membuat masker dan APD. Beberapa restoran seperti Hoka-hoka Bento dan Es Teler 77 bahkan juga mulai serius memasarkan produk frozen food siap santap. Ini menunjukkan bahwa menjadi usahawan memang harus responsif terhadap tantangan yang muncul.

Contoh-contoh ini menunjukkan memang dengan menjadi usahawan, kita tentu harus bisa menangkap peluang yang ada. Menjadi usahawan juga mau tidak mau dituntut untuk harus berani melangkah keluar dari rutinitas dan zona nyaman mereka. Namun kamu tidak perlu khawatir, kamu bisa mulai dengan hal-hal kecil terlebih dahulu. 

Pergeseran Prilaku dan Peluang yang Ditimbulkan

Para ahli mencatat 10 pergeseran yang terjadi karena perubahan perilaku manusia seiring masalah pandemi corona. Mungkin dari sini, ada yang bisa menjadi inspirasi kamu dalam melihat peluang usaha. 

1. Meningkatnya kecemasan dan depresi

Banyak orang dipediksi akan merasa depresi akibat terlalu lama terisolasi, kehilangan pekerjaan, menghadapi masalah kesehatan dan hubungan. Di tengah kondisi ini, beberapa peluang yang tercipta antara lain: 

Kebutuhan atas terapi dan coaching, kebutuhan akan hiburan seperti game dan tontotan lucu, binatang peliharaan, 

2. Makin berhati-hati akan higienitas

Ini akan menghasilkan meningkatkan pasar bagi produk natural dan kesehatan. Untuk produk makanan dan minuman (f&b), kemasan yang higienis juga akan menjadi nilai tambah. Intinya adalah meyakinkan konsumen bahwa produk kamu menjunjung tinggi nilai kebersihan dan kesehatan.

3. Pembatasan perjalanan

Akibat pembatasan perjalanan, pasca pandemi diperkirakan industri pariwisata dan hal-hal yang berhubungan dengan travelling mulai dari transportasi hingga perlengkapan travelling akan meningkat tajam. Kamu bisa mempersiapkan booming-nya masa ini dari sekarang, lho. 

4. Optimalisasi WFH

Banyak perusahaan yang sudah merasakan betapa efisien dan efektifnya sistem kerja work from home (WFH) sehingga ingin menjadikan WFH sebagai new normal bagi perusahaan mereka. Karenanya semua yang berhubungan dengan alat yang dapat mengoptimalisasi kerja dari rumah akan sangat laris di masa kini dan akan datang. Seperti meja kerja, komputer dan asesorisnya, stationery, dan lain sebagainya.

5. Kerentanan konflik di berbagai level

Akibat dari banyaknya orang dan organisasi akan memasang posisi bertahan hidup, banyak yang kemungkinan melakukan bargaining atau bahkan pelanggaran kontrak. Jasa legal akan sangat dibutuhkan dalam hal ini. Ini bisa jadi ide yang bagus jika kamu ingin mengembangkan aplikasi teknologi hukum digital ataupun legal agregator.  

6. Peningkatan level pengangguran

Kondisi ini, meski memprihatinkan namun dapat menjadi peluang bagi pelatihan dan kursus. Karena akan banyak orang yang akan banting setir menjadi usahawan. Ingat, ilmu sekecil apa pun dapat dijadikan sumber pendapatan jika kita bisa memasarkannya.

7. Terbiasa menggunakan jasa pengiriman

Banyak bisnis retail diprediksi mengubah layanannya menjadi berbasis pengiriman (belanja online). Meskipun, retail reguler akan tetap ada. Ini menjadi peluang jika kamu ingin membangun usaha berbasis rantai pasok. Pengiriman dari beberapa toko ke satu tujuan yang sama bisa jadi added value-nya. Jadi jasamu adalah semacam pengganti kaki untuk mereka yang tetap memilih di rumah aja, namun perlu berbelanja ke beberapa tempat. 

8. Adopsi digital semakin meningkat

Ini menyadarkan kita kalau tidak ada lagi batasan geografis, strata, status, profesi dan semacamnya. Komunitas-komunitas akan lebih banyak terbentuk, bahkan dengan yang berada di antarnegara.  Membuat kelompok belajar atau komunitas seni diprediksi akan jadi peluang yang baik di masa depan.

9. Interaksi fisik langsung makin berkurang

Ini akan menaikkan lagi platform sosial media, aplikasi pengeditan foto, dan semua yang mendukung aktualisasi diri di dunia maya. Bagaimana pun kita ingin menunjukkan diri kita. Ketika semakin sulit untuk “tampil” di dunia nyata, tampilan di layar gadget akan jadi prioritas. 

10. Imunitas jadi segala-galanya

Tren robot pelayan -- diprediksi meningkat. Jasa cuci sofa kasur dan alat rumah tangga yang mutakhir juga akan jadi promadona. Aplikasi yang memungkinkan orang memantau imunitas tubuh juga akan banyak dicari. Tanpa kecuali, alat-alat yang menyediakan fasilitas pemeriksaan imunitas dan kesehatan juga akan jadi incaran. 

Peluang mana yang akan kamu tangkap dalam persiapan jadi usahawan? Ingat untuk memulai dari yang termudah dan yang paling mungkin segera dieksekusi. Karena momentum bukan untuk ditunggu-tunggu, kita yang harus menciptakannya. 




 

Share artikel ini