Inspirasi

Tips Jualan Online Buat Pemula

03 Jul 2020, Ditulis oleh Putri Anggia

Tips Jualan Online Buat Pemula

Banyaknya sektor usaha yang terimbas pandemi meningkatkan jumlah pengangguran. Ini membuat banyak orang akhirnya memilih membuka usaha sendiri. Meski banyak yang berpendapat bahwa membuka usaha di masa sekarang ini -- di mana daya beli menurun dan orang-orang lebih berhati-hati menggunakan uang mereka -- bukanlah pilihan yang tepat, namun bagi orang berjiwa usahawan seperti kamu, peluang pasti tetap ada, apa pun kondisinya. 

Di antara banyak peluang, jualan online banyak dijadikan pilihan. Alasan utamanya, karena praktis dan tidak memerlukan modal biaya yang terlalu besar. 

Ada benarnya. Dengan jualan online, paling tidak, kamu tidak harus memikirkan lokasi toko untuk jualan. Itu saja sudah penghematan. Tidak ada biaya sewa, biaya perawatan, keamanan, dan lain-lain. Belum lagi, jasa pengiriman dan ekspedisi belakangan ini juga semakin maju dengan banyaknya pilihan layanan dan harga yang terjangkau. Ini tentu saja memudahkan mereka yang berkecimpung di dunia usaha online.

Baik kamu yang masih sangat awam, ataupun kamu yang baru saja beralih dari toko offline ke sistem jualan online, jika kamu mau berniat memulai usaha online dan jadi bos online, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum kamu mulai jualan. 

1. Riset kebutuhan pasar

Sebelum mulai berjualan, kamu harus tahu dulu ke mana kamu akan berjualan, siapa saja target marketmu. Apakah itu ibu-ibu yang baru memiliki bayi, anak sekolah, bapak-bapak yang bekerja di perusahaan swasta, lansia pensiunan, ibu rumah tangga, anak muda yang baru saja mulai berkarir, dan lain sebagainya. 

Dengan mengetahui siapa pasarmu, kamu juga bisa mengetahui produk seperti apa yang mereka inginkan. Baik itu produk yang berupa kebutuhan (pokok), ataupun produk yang berupa keinginan (non pokok). Kamu juga bisa tahu bagaimana peta persaingan dengan produk lain yang mungkin saja sejenis. 

2. Tentukan produk

Ada istilah “Produk dengan kualitas baik akan memarketingkan dirinya sendiri”. Ini ada benarnya. Dengan begitu, yang harus kamu pastikan adalah kamu menjual produk dengan kualitas yang baik, atau minimal, sepadan dengan harga yang harus dikeluarkan oleh pelanggan.

Ada dua hal yang sangat diperhatikan oleh para pembeli online, yaitu kualitas dan harga. Untuk harga yang lebih murah, biasanya pelanggan sedikit mau mentoleransi kualitas. Namun kami tidak menyarankan kamu menjual produk dengan kualitas kurang baik. Karena meski harganya murah, orang jadi akan mudah berpaling dari produkmu begitu mereka menemukan produk sejenis yang lebih berkualitas, meskipun harganya lebih mahal. 

Kamu juga perlu memperhatikan ketersediaan produk kamu, bagaimana mengisi ulang stok produk jika ternyata peminatnya tinggi. Untuk menguji produkmu, kamu bisa meminta tolong orang-orang yang kamu kenal. Minta mereka untuk memberikan masukan secara jujur. 

3. Tentukan sistem penjualan sesuai dengan kondisimu

Ada beberapa pilihan sistem penjualan yang bisa kamu bisa pilih sesuai dengan kondisimu. Di antaranya sistem pre-order (produksi / beli setelah pelanggan melakukan transfer), sistem stok barang (produksi / beli walau belum ada pesanan), ataupun dropship / reseller dari produk orang lain.

Sistem Pre-Order

Dengan sistem ini, kamu tidak perlu memproduksi atau beli stok barang dengan jumlah banyak di luar pesanan pelangganmu. Dengan begitu kamu tidak akan khawatir akan banyaknya sisa produk. Sistem ini juga membuatmu tidak perlu mengeluarkan modal di awal, karena modalnya didapat dari dana yang ditransfer oleh pemesan. 

Namun jika produkmu sudah mulai banyak peminatnya, sistem seperti ini akan sangat merepotkanmu. Karena tidak adanya stok yang tersedia, kamu jadi harus membuat pelanggan menunggu. 

Sistem pre-order cocok untuk produk yang bukan termasuk produk massal ataupun produk yang harus custom ukurannya, seperti pakaian, kaca mata, makanan dengan request khusus, dan lain-lain. 

Sistem Stok Barang

Dengan sistem ini kamu hanya perlu fokus menjual barang yang sudah ada. Ini akan sangat mempersingkat waktu. Begitu ada pesanan, produk tinggal dikirim. Namun sistem ini juga memiliki kelemahan. Misalnya ada beberapa jenis produk yang sepi peminatnya dibanding produk lain, maka bisa terjadi penumpukan.

Dropship dan Reseller

Jika kamu tidak memiliki modal yang cukup untuk membuat produk ataupun menyetok produk, sistem ini bisa dijadikan alternatif. Dropship artinya menjualkan barang milik orang lain dengan cara: ketika ada pesanan, kamu harus menghubungi penjual. Nanti penjual yang akan mengirimkan kepada pemesan. Sedangkan reseller berarti kamu yang menjual sekaligus mengirim barang milik orang lain. Untuk menjadi reseller kamu juga wajib tunduk pada aturan pemasaran yang sudah ditetapkan.

4. Gencarkan promosi 

Sebagus apa pun produk kamu, jika tidak ada orang yang tahu, pasti akan percuma juga. Inilah fungsi marketing. Marketing membuat produkmu lebih banyak dikenal sekaligus membangun brand kamu sesuai citra yang kamu harapkan. Jika penggunaan marketing terlalu berat untuk usaha online kamu yang masih baru akan dimulai, kita sebut saja dengan promosi ya. Promosi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang paling tua namun masih sangat efektif adalah Dari Mulut ke Mulut atau Word of Mouth. 

Sistem ini bisa diterapkan juga dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini. Beberapa di antaranya adalah:

Melalui media sosial

Kamu bisa menggunakan beberapa media sosial sesuai dengan target pemasaran. Seperti Facebook, Instagram, Twitter, juga Youtube. Untuk awalan, kamu bisa memanfaatkan Facebook dan Instagram untuk posting produkmu. Bukan hanya info produk, kamu juga bisa membuat konten-konten menarik yang ada benang merahnya dengan produk yang mau jual. Ini penting untuk membangun engagement dengan target pasar kamu. Misalnya jika kamu menjual produk ibu dan bayi, kamu bisa memposting konten seputar ibu dan anak. Kamu juga bisa mulai membuat fanpage khusus brand dan produk yang kamu jual.

Jika kamu ingin menikmati jangkauan audiens yang lebih luas, cobalah menggunakan Facebook Ads, Instagram Ads atau jika perlu Google Ads. 

Manfaatkan forum dan komunitas

Gencarkan juga promosi secara melalui komunitas. Komunitas bisa berupa grup-grup chat keluarga atau teman lama. Jika kamu ingin memasarkan ke komunitas baru, jangan sekali-kali memberi kesan kalau kamu bergabung dengan tujuan hanya untuk jualan. Aktiflah terlebih dahulu sebagai anggota, saling berbagi postingan-postingan yang bermanfaat, jaring interaksi dan kenali karakter anggota komunitas. Setelah itu baru kamu bisa mulai melakukan promosi tipis-tipis sambil dibarengi value atau manfaat dari produkmu.

Buat konten marketing 

Konten marketing bisa berupa artikel informasi, artikel panduan atau tutorial, life hacks, atau apa saja yang sekiranya bermanfaat dan ada korelasi dengan produk yang akan kamu jual secara online.

Misalnya, berjualan daging beku, kamu bisa membuat konten marketing berupa cara membuat rendang atau olahan daging lainnya. Jika kamu menjual asesoris smartphone, kamu bisa membuat konten yang berhubungan dengan perkembangan teknologi smartphone. Konten marketing yang baik adalah yang memberikan manfaat bagi pembaca. Menambah ilmu dan memberi wawasan.

5. Daftar ke marketplace

Karena marketplace seperti bukalapak, tokopedia, dan Shopee sudah memiliki jangkauan yang sangat luas dengan jumlah pengunjung yang sangat besar, jadi tidak ada alasan untuk tidak memanfaatkan platform ini. 

Marketplace berfungsi menjangkau market yang lebih luas, memperbanyak penjualan, serta membangun branding jualan online kamu. Kamu bahkan bisa mengkombinasikan kedua platform: Website Usaha milik sendiri sebagai landing page dan brand info, tapi juga bisa mencantumkan link marketplace yang memudahkan pelangganmu jika ingin langsung membeli produkmu. Hal ini bisa dilakukan jika kamu menggunakan fitur Website Usaha dari Qasir. Penjelasan lebih detail ada di poin berikut. 

6. Miliki website khusus usaha

Kesalahan pemula dalam jualan online adalah tidak memiliki website. Mereka biasanya hanya mengandalkan marketplace atau media sosial seperti facebook atau instagram saja sebagai media promosi.

Padahal ini kekeliruan. Mengapa demikian?

Media sosial dan marketplace bisa saja menutup akun kamu kapan saja.

Ibaratnya, sebagus apa pun penjualan kamu, kamu masih menumpang dari lapak orang lain. Lapak tersebut bukan sepenuhnya milik kamu. Solusinya, buatlah website sebagai media promosi dan penjualan produk secara online. 

Jangan anggap membuat website itu susah. Tidak sama sekali!!! Kamu bisa memiliki website yang mendekati format toko online, di mana pembeli bisa melakukan pesan (add to chart) di toko kamu dan memesannya langsung ke nomer Whatsapp kamu. Yang terpenting, buatlah website sebagai landing page.

Kamu bisa memasukkan deskripsi produk / layanan dari brand kamu, keunikan produk, dan harga. Website yang baik juga bisa memudahkan pelanggan melihat media sosial kamu dan link marketplace kamu. 

Dengan begitu, hanya dengan satu link, pelanggan bisa mengenal brand kamu, mengetahui apa saja produkmu, sekaligus bisa memesan langsung. Di Qasir, kami menyebutnya dengan fitur Website Usaha. Fitur ini termasuk fitur premium berbayar dengan pilihan paket 3, 6, dan 12 bulan dengan harga yang sangat terjangkau. 

Jika kamu belum menggunakan Qasir, kamu bisa download aplikasi ini gratis di Google Playstore. Jika kamu sudah menggunakan Qasir dan ingin berlangganan Website Usaha, kamu bisa klik di sini. Untuk bertanya tentang fitur Website Usaha, silakan hubungi Tim Customer Happines Qasir di menu Bantuan pada aplikasi maupun pada Website Qasir.

Itulah tadi tips berjualan online yang bisa kamu terapkan. Yang terpenting, mulailah sekarang, jangan terlalu lama menunggu-nunggu momen yang tepat. Karena kesempatan itu diciptakan, dan kesuksesan itu harus dijemput, bukan sekadar ditunggu.

Share artikel ini