Studi Kasus

Tanda-Tanda Bisnis yang Kamu Bangun Ada di Jurang Kegagalan

24 Mar 2021, Ditulis oleh Bentangku

Tanda-Tanda Bisnis yang Kamu Bangun Ada di Jurang Kegagalan

Membangun bisnis tidaklah mudah. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat mencatat, sekitar 20 persen bisnis kecil gagal dalam tahun pertama mereka berdiri.

Forbes melansir, peluang kesuksesan perusahaan kecil ini semakin tipis seiring berjalannya waktu. Pada tahun kelima, hanya sekitar 50 persen perusahaan yang masih berbisnis dan 70 persen perusahaan tutup pada tahun kesepuluhnya. 

Meskipun beberapa industri bisnis lebih rentan terhadap kegagalan daripada yang lain, namun nasib boncos bisa dialami siapa saja bukan? Terutama dalam situasi seperti saat ini, di mana pandemi Covid-19 mempengaruhi perekonomian global.

Pada Jumat 9 Oktober 2020, Merdeka.com melansir laporan hasil survei Asian Development Bank (ADB). Survei itu menyebutkan sekitar 50 persen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menutup usahanya akibat pandemi Covid-19. Sedangkan 88 persen usaha mikro tidak lagi memiliki tabungan.

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan bisnis mengalami kegagalan. Liputan6.com menyebut ada 7 penyebab kegagalan dalam usaha, yakni:

1. Tidak kompeten dalam manajerial

Kurangnya pengetahuan mengelola usaha disebut sebagai faktor penyebab utama yang membuat perusahaan gagal berkembang.

2. Kurang pengalaman

Pengalaman yang dimaksud baik dalam kemampuan mengoordinasikan dan mengelola sumber daya manusia, serta mengintegrasikan operasinal perusahaan.

3. Kurang kemampuan mengendalikan keuangan

Faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas.

4. Gagal dalam perencanaan

Ketika gagal dalam perencanaan, kamu akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya.

5. Lokasi yang kurang memadai

Tentu saja, lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha.

6. Kurang pengawasan 

Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan instrument di perusahaan tidak efisien dan efektif.

7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha

Sikap yang setengah-setengah akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil hingga berujung kegagalan.

Lalu, bagaimana mengenali tanda-tanda bisnismu menuju boncos BossQ? Qasir merangkum sejumlah tanda bisnismu dalam masa krisis dari Lifehack, Inc dan sejumlah sumber. Apa saja itu? 

1. Penjualan Rendah

Tanda pertama dan paling jelas bisnismu di jurang kegagalan adalah penjualan yang rendah. Ini bisa berarti lebih rendah dari proyeksimu atau lebih rendah dari tahun lalu. 

Agar bisnis berhasil, maka perlu ada penjualan. Namun, ketika penjualan tiba-tiba turun, artinya bisnismu memiliki masalah.

Coba evaluasi strategi, keuangan, dan efektivitas bisnismu. Cari tahu apa yang salah. Apa pun yang terjadi, kamu memiliki waktu terbatas untuk mengubahnya. Jadi jangan menunggu.

Gunakan fitur Laporan dari Qasir agar kamu selalu bisa mendapatkan visibilitas atas performa usahamu. Tampilan laporan yang mudah dipahami membuat semua usahawan bisa memantau usahanya dengan mudah dan menyenangkan. Tentang fitur Laporan, baca juga artikel Bikin Laporan Berkala Tanpa Repot.

2. Tidak Ada Pembeda

Agar memenangkan persaingan bisnis, kamu perlu pembeda dari pesaingmu. Apakah usahamu memiliki sesuatu yang berbeda dari lainnya? 

Jika dirimu tidak dapat memberikan jawaban yang kohesif dan penuh semangat dalam beberapa kalimat, strategimu meleset tuh.

Keberhasilan berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

3. Tidak Ada Komunikasi

Tidak ada yang lebih buruk bagi bisnis selain ketiadaan komunikasi. Jika pelangganmu tidak bertanya, tidak memberikan ulasan, tidak terlibat di media sosial, bisnismu memiliki masalah komunikasi. 

Cari tahulah, mengapa konsumenmu tidak aktif. Apakah kamu tidak meminta ulasan dari pelanggan dan mengingatkan betapa bermanfaatnya pendapat mereka? Atau apakah mereka tidak cukup terkesan dengan layananmu, sehingga tak perlu membicarakannya? Kedua masalah tersebut memiliki solusi yang sangat berbeda.

4. Kesulitan Mengatur Arus Kas

Meskipun di laporan laba rugi perusahaanmu masih baik, tapi kok kesulitan dalam membayar tagihan tepat waktu? Atau stok barangmu berlebih, sehingga harus memberikan diskon ekstrem agar buru-buru ada ruang penyimpanan untuk produk barumu?

Cek dulu arus kasmu. Sebab, pengelolaan arus kas dengan benar adalah satu-satunya hal terpenting yang dapat kamu lakukan untuk bisnismu.

5. Turnover Karyawan yang Tinggi

Jika kamu menghabiskan banyak waktu untuk melatih dan mewawancarai karyawan baru karena banyak yang pergi, maka ini merupakan tanda peringatan besar, perusahaanmu bermasalah.

Ada beberapa alasan hal ini mungkin terjadi, antara lain tidak memberikan kenaikan gaji yang cukup, tidak ada evaluasi kinerja karyawan, dan kamu lebih peduli tentang uang daripada kesejahteraan karyawan.

6. Tak Mampu Merekrut Karyawan Baru

Jika ada karyawan keluar dan kamu tidak memiliki anggaran untuk mempekerjakan orang baru, jelas artinya bisnismu bermasalah.

Ketika hal ini terjadi, kecenderungannya, pengusaha akan memberikan pekerjaan ekstra kepada karyawan yang masih bertahan. Jika hal itu kamu lakukan, bisnismu akan dapat masalah besar. 

7. Kehilangan Klien Utama

Ketidakmampuan untuk mempertahankan klien utama dan pelanggan setia adalah tanda pasti bisnismu sedang menuju kegagalan. 

Ada beberapa alasan mengapa hal ini sering terjadi. Bisa jadi pelangganmu mendapatkan penawaran yang lebih baik dari pesaing, bisa saja karena layananmu ke pelanggan tidak bagus, kualitas produk yang buruk, atau kamu mungkin tidak memenuhi harapan mereka.

Coba tinjau lagi layanan pelanggan, harga produkmu, atau cek pembeda produkmu dengan pesaing.

8. Orang Lain Dapat Membaca Bisnismu Gagal

Inc menyebut hal ini merupakan tanda akhir kegagalan bagi perusahaanmu.

Ketika bisnismu gagal, apakah kamu akan menyerah begitu saja Usahawan? Ada yang mengatakan, kamu belum jadi pengusaha sukses jika belum mengalami 1000 kegagalan.

Nah, Business News Daily seperti dikutip Bisnis.com menyebut ada 5 tips untuk bangkit dari kegagalan dalam bisnis yang bisa kamu adopsi. Kelima tips itu yakni:

1. Terima Keadaan dan Tenangkan Pikiran

Kegagalan bisa terjadi pada siapa saja. Meluangkan waktu untuk meratapi kegagalan merupakan proses awal dari menerima keadaan. Tak mudah memang, tapi percayalah, keringat akan membuahkan hasil.

2. Evaluasi 

Sangatlah penting menganalisis apa yang terjadi pada bisnismu dan mencatat apa saja keberhasilan dan kesalahanmu. 

Setelah kamu tahu apa yang salah, belajar lah dari kegagalan, tinggalkan rasa bersalah dan bergerak maju.

3. Cari Tahu Kondisi Keuangan 

Jika memang tak ada sisa uang, sementara tagihan tetap harus dibayar, cobalah untuk mencari pekerjaan. Bekerja untuk orang lain dalam waktu tertentu sebelum akhirnya Kembali terjun ke dunia usaha, tak akan jadi dosa. 

4. Bangun Jaringan

Saat gagal bisnis, kamu cenderung akan kehilangan fokus. Oleh karena itu, penting adanya dukungan dari keluarga maupun teman yang benar-benar peduli. Setelah itu, pastikan kamu tetap terhubungan dengan pengusaha lain dan organisasi professional.

5. Temukan Kembali Jati Dirimu

Ketika siap memasuki bab selanjutnya dalam hidupmu, buatlah roadmap bagaimana merealisasikan visi barumu. Tetapkan juga tujuan yang terukur serta kerangka waktu untuk mencapainya. 

Baca juga:

 

Share artikel ini